Powered By Blogger

Jumat, 05 Juni 2020

ORANG ISTIMEWA BUKAN KARENA NASAB


ORANG ISTIMEWA BUKAN KARENA NASAB

Abstrak:
Artikel ini membahas konsep kemuliaan manusia dalam ajaran Islam yang tidak ditentukan oleh nasab, keturunan, jabatan, maupun kedudukan sosial, melainkan oleh keimanan, ketakwaan, dan amal saleh. Dengan berlandaskan Al-Qur'an dan hadis sahih, artikel ini menjelaskan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas amal perbuatannya sendiri, sehingga kebanggaan terhadap nasab tanpa disertai ketakwaan tidak akan mendatangkan kemuliaan di sisi Allah. Melalui pembahasan ini, pembaca diajak untuk lebih mengutamakan perbaikan diri, memperbanyak amal saleh, dan berlomba dalam ketakwaan sebagai jalan menuju kemuliaan yang hakiki.
Orang istimewa itu bukan karena keturunan, trah,  nasab, pendidikan, gelar, pangkat, kekayaan, kekuatan, pakaian, dan aksesorisnya..
Orang istimewa itu tampak dari etikanya, Attitude nya, Budi pekerti nya, Rohaninya, Tauhid nya, Kesadarannya...


QS. Al-Hujurat ayat 13 :
"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."

Sungguh memalukan orang2 yg suka memamerkan nasab, keturunan, dan gelar tapi dia sendiri moralnya bobrok tidak bisa menjadi wakil Tuhan seperti fitrah-Nya, tidak rahmatan Lil alamin, tidak Memayu Hayuning Bawono, tidak memancarkan sifat2 Tuhan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, para waliyullah, kanjeng sunan Kalijaga, tokoh wayang Krisna, tokoh wayang Semar, para leluhur yang telah mencapai pencerahan.... sebut saja Bung Karno, Sultan Agung, Pangeran Mangkubumi, Pangeran Diponegoro dan sebagainya...

"Barang siapa yang diperlambat oleh amalnya, maka nasabnya tidak akan dapat mempercepatnya." (HR. Muslim no. 2699)

"Nadyan Trahing Kusumo rembesing madu lan ngaluhur durung mesthi kadunungan,
drajat luhur awit kabeh kuwi guman tung asor Luhuring tumindak"

By.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN

  SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN By. Ndandung Kumolo Adi  Abstrak : Soemar...

Kutoarjo