Powered By Blogger

Sabtu, 04 Juli 2026

Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko: Sejarah, Silsilah, dan Genealogi Keluarga Besar

 
Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko: Sejarah, Silsilah, dan Genealogi Keluarga Besar

"Sejarah dan silsilah Perlu ditulis agar menolak lupa, serta dapat di ingat, diriwayatkan, dikaji, dimanfaatkan, juga disejarahkan secara Obyektif"
By. Ndandung Kumolo Adi

Abstrak :
Artikel ini memuat sejarah dan silsilah Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko berdasarkan keterangan para saksi keluarga, hasil wawancara, penelusuran, klarifikasi, serta dokumentasi yang dihimpun oleh penulis. Penyusunan silsilah ini bertujuan melestarikan sejarah keluarga agar tidak hilang ditelan zaman, mempererat hubungan kekerabatan antargenerasi, serta menjadi sumber informasi bagi keturunan di masa mendatang. Meskipun bersumber dari tradisi lisan dan dokumen keluarga, penulis berupaya menyajikannya secara objektif serta terbuka terhadap penyempurnaan apabila ditemukan data baru yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulisan sejarah dan silsilah Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko ini dapat diselesaikan.
Penulis menyampaikan penghargaan dan doa kepada seluruh anggota keluarga, terutama almarhum Simbah Pawiro Diharjo, almarhum Pakdhe Suroto, almarhumah Bu Fatimah, almarhum Pakdhe Sidiq bin Tauhid, serta para narasumber lain yang semasa hidup telah memberikan keterangan, kesaksian, dan informasi sebagai sumber primer keluarga. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Rosulullah SAW Bersabda :
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."
(diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.)
 
FOTO KENANGAN. DARI KIRI ALMARHUMAH BUDHE NGATIMAH/JEWO, ALMARHUMAH BUDHE TI'AH (DUDUK DI KURSI), ALMARHUM SIMBAH KAKUNG WAL QOBRI/PAWIRO DIHARJO (PALING KANAN), YANG DIPANGKU MAKDHE SOL
 
 QS. Al-Hujurat Ayat 13
Arab:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Terjemah :
"Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti."

Ayat ini menjadi landasan bahwa keberadaan suku, kabilah, dan nasab merupakan bagian dari ketetapan Allah agar manusia saling mengenal (lita'ārafū), bukan untuk saling membanggakan keturunan.

I.                    Simbah Amad Rejo, Peputro
I.1. Mbah Ranudimedjo
I.2. Mbah Khasan Bahrun
 
I.1. Mbah Ranu, peputro :
        I.1.1. Mbah Tedjo
 
I.2. Mbah Khasan Bahrun, Peputro :
        I.2.1. Mbah Tauhid
        I.2.2. Mbah Wal qobri/Pawiro Dihardjo
 
I.2.1. Mbah Tauhid menikah dengan Mbah Bandi, Peputro :
        I.2.1.1. Pakdhe Sidiq
        I.2.1.2. Budhe Muktimi
        I.2.1.3. Bulek Ngatimah/Jewo
 
 I.2.2. Mbah Wal Qobri/Pawiro Diharjo menikah dengan Istri Pertama bernama Markiyah, dan tidak punya Anak.

Keterangan : Sebelumnya Bapak Walqobri alias Pawiro diharjo punya istri pertama dari dusun Djeblug Bernama Markiyah. Bu markiyah adalah kakaknya Bu Martu istrinya Raden Abdurrohim tapi tidak punya Anak. Bu Martu sendiri adalah Simbah putri dari Mas R. Kuntadi, Rr. Mundhati dsbnya.

Bu Markiyah menikah lagi punya anak Lasmi


I.2.2. Mbah Wal Qobri/Pawiro Diharjo menikah dengan Istri Kedua bernama Rr. Parsilah Binti R.A. Pawiro Sedono/R.A. Sulastri Binti R.M Soeromenggolo, Peputro :
        I.2.2.1. Siti Sarumi
        I.2.2.2. Darsono
        I.2.2.3. Siti Parwati (Mati bayi)
        I.2.2.4. LANANG (mati bayi)
        I.2.2.5. Slamet
        I.2.2.6. (Mati Bayi)
        I.2.2.7. Soeroto
        I.2.2.8. Supriyanto
        I.2.2.9. Sri Haryani
        I.2.2.10. Sri Hartini
        I.2.2.11. Sri Astuti
 
I.2.1.1. Pakdhe Sidiq menikah dengan Ti’ah, Peputro :
        I.2.1.1.1. Sholeh
        I.2.1.1.2. Sol
        I.2.1.1.3. Siti asyah
        I.2.1.1.4. Isbariyah
        I.2.1.1.5. Suci
        I.2.1.1.6. Ismail
        I.2.1.1.7. Minah
  I.2.1.1.8. Sanudin
        I.2.1.1.9. Ishaq/Ong
        I.2.1.1.10. Amad
 
I.2.1.2. Budhe Muktimi, Peputro :
I.2.1.2.1. Syukur
I.2.1.2.2. Suhadi
I.2.1.2.3. Muyani
I.2.1.2.4.
 
I.2.1.3. Bulek Ngatimah/Jewo menikah dengan Dahlan, Peputro :
I.2.1.3.1. Sutikno
I.2.1.3.2. Mun
I.2.1.3.3. Amad
I.2.1.3.4. Lihan
I.2.1.3.5. Lihin
I.2.1.3.6. Mus
 
 I.2.2.1. Siti Sarumi d/a Lampung, mempunyai tiga suami yaitu :
 

I.2.2.1.A. Siti Sarumi + Dengan Suami Pertama adalah R. Tito Al Usman Bin R.M. Abdul Rochim Bin R.M. Chasan Bin R.A. Lukman Hakim d/a Tursino Krajan, Peputro :

          I.2.2.1.A.1. R.Nganten. Sadiyah Mundati.

          I.2.2.1.A.2. R.Muhammad Kuntadi.

          I.2.2.1.A.3. R. Nganten Rohmah.

          I.2.2.1.A.4. R.Nganten. Tafifaah.

          I.2.2.1.A.5. R.Widodo

 

                                   I.2.2.1.B. Siti Sarumi + Dengan Suami Ke-Dua, bernama Lukito                                                         (Tursino), Peputro :

                                                                    I.2.2.1.B.1. Wasit 

 

I.2.2.1.C. Siti Sarumi + Suami Ke-Tiga bernama Suryana (Mas Dii) di                  lampung, tidak punya keturunan.

I.2.2.2. Darsono d/a Banyuwangi Jawa Timur, Punya dua istri, yaitu :

            I.2.2.2.A. Darsono +  Zaenab , peputro :

II.                   


QS. An-Nisa Ayat 1
Arab:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Terjemah :
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Dia menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan (silaturahmi/rahim), sehingga sangat relevan dijadikan dasar dalam penulisan sejarah dan silsilah keluarga.
 

Kutoarjo

Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko: Sejarah, Silsilah, dan Genealogi Keluarga Besar

  Trah Simbah Ahmad Rejo bin Surosentiko: Sejarah, Silsilah, dan Genealogi Keluarga Besar "Sejarah dan silsilah Perlu ditulis agar m...

Kutoarjo