Penelitian ini bertujuan mengkaji berita mengenai penjualan Hotel Van Laar di Purworejo yang dimuat dalam surat kabar De Locomotief edisi Selasa, 25 Februari 1930 sebagai sumber primer sejarah kolonial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel Van Laar, yang selama 22 tahun dikelola oleh L. van Laar, telah dijual kepada Petrus, pemilik Toko Petrus di Purworejo. Berita tersebut juga mencatat rencana kepulangan keluarga Van Laar ke Eropa pada Maret 1930. Temuan ini memberikan bukti autentik mengenai perubahan kepemilikan salah satu hotel penting di Purworejo serta menggambarkan dinamika ekonomi, perdagangan, dan kehidupan sosial masyarakat kolonial pada awal abad ke-20. Selain
Hotel Van Laar Berpindah Tangan: Penjualan Hotel Kolonial di Purworejo dalam Koran De Locomotief (25 Februari 1930)
Hotel Van Laar dijual oleh Tuan L. van Laar dan dibeli Tuan Petrus pada tahun 1930. Sumber Koran De Locomotief edisi Selasa, 25 Februari 1930, "Midden-Java-Pagina" Poerworedjo Kunstkringnieuws. Hotel Vaan Laar (Berita Perkumpulan Seni. Hotel Van Laar)
Teks Belanda :
POERWOREDJO
Kunstkringnieuws.
Door het vertrek van den Heer Grissas zal dit bestuur o.a. de bestuursfunctie, het gezelschap, moeten op een ander lid gaan steunen.
Hotel Van Laar.
Naar wij vernemen, gaat het hotel Van Laar, dat 22 jaar lang door den eigenaar, den heer L. van Laar, werd geëxploiteerd, in andere handen over. Het is verkocht aan den heer Petrus, eigenaar van Toko Petrus alhier. Of het verder als hotel geëxploiteerd zal worden, of dat het een andere bestemming krijgt, is nog niet bekend. De familie Van Laar vertrekt in den loop van Maart naar Europa, alwaar zij zich voor goed denkt te vestigen.
Terjemahan Bahasa Indonesia :
"Purworejo
Berita Perkumpulan Seni
Sehubungan dengan keberangkatan Tuan Grissas, kepengurusan perkumpulan seni harus menyesuaikan diri karena salah satu jabatan pengurus akan dialihkan kepada anggota lain.
Hotel Van Laar
Menurut kabar yang kami peroleh, Hotel Van Laar, yang selama 22 tahun dikelola oleh pemiliknya, Tuan L. van Laar, akan berpindah tangan. Hotel tersebut telah dijual kepada Tuan Petrus, pemilik Toko Petrus di Purworejo. Belum diketahui apakah bangunan itu akan tetap dioperasikan sebagai hotel atau akan dialihfungsikan untuk keperluan lain. Keluarga Van Laar berencana berangkat ke Eropa pada bulan Maret dan bermaksud menetap di sana untuk selamanya.
Berita ini merupakan sumber primer yang penting karena mendokumentasikan penjualan Hotel Van Laar di Purworejo pada awal tahun 1930 serta rencana kepulangan keluarga Van Laar ke Eropa. Informasi tersebut juga membantu menjelaskan perubahan kepemilikan salah satu hotel terkenal di Purworejo pada masa kolonial."
Berdasarkan berita "Hotel Van Laar" dalam De Locomotief, Selasa, 25 Februari 1930, dapat ditarik beberapa kesimpulan dan nilai sejarah sebagai berikut.
Bahwa Berita tersebut menunjukkan bahwa Hotel Van Laar, yang telah dikelola oleh L. van Laar selama 22 tahun, dijual kepada Petrus, pemilik Toko Petrus di Purworejo. Pada saat berita diterbitkan, belum dipastikan apakah bangunan itu akan tetap berfungsi sebagai hotel atau dialihfungsikan. Berita juga menyebutkan bahwa keluarga Van Laar berencana meninggalkan Hindia Belanda dan menetap di Eropa pada bulan Maret 1930.
Nilai Sejarah :
1. Merekam perubahan kepemilikan aset kolonial. Berita ini menjadi bukti primer mengenai perpindahan kepemilikan salah satu hotel penting di Purworejo dari pengusaha Eropa kepada pengusaha lokal.
2. Menggambarkan dinamika kehidupan perkotaan Purworejo. Hotel pada masa kolonial merupakan bagian dari infrastruktur kota yang melayani pejabat pemerintah, pelancong, pedagang, maupun tamu dari luar daerah. Perubahan kepemilikannya mencerminkan perkembangan ekonomi dan sosial kota.
3. Menjadi petunjuk perubahan masyarakat kolonial menjelang dekade 1930-an. Kepulangan keluarga Van Laar ke Eropa memperlihatkan adanya mobilitas penduduk Eropa di Hindia Belanda, yang dapat dipengaruhi oleh faktor usia, ekonomi, maupun perubahan kondisi sosial pada masa itu.
4. Sumber primer yang autentik. Karena dimuat dalam De Locomotief pada tanggal 25 Februari 1930, berita ini memiliki nilai tinggi sebagai bukti sezaman yang dapat digunakan untuk merekonstruksi sejarah Purworejo khususnya mengenai perkembangan perhotelan, perdagangan, dan kepemilikan usaha pada masa kolonial.
5. Petrus kemungkinan merupakan seorang saudagar mapan di Purworejo, karena ia memiliki kemampuan finansial untuk membeli Hotel Van Laar, sebuah hotel yang telah beroperasi selama 22 tahun. Mengenai apakah ia berasal dari komunitas Tionghoa, Jawa, atau kelompok lain, masih memerlukan bukti tambahan dari arsip lain seperti iklan Toko Petrus, direktori perdagangan, atau catatan sipil. Ini adalah cara yang sesuai dengan kaidah historiografi: membedakan fakta yang didukung sumber dari hipotesis yang masih perlu diuji.
Berdasarkan informasi keluarga dan tradisi lisan yang berkembang di Purworejo, Petrus dikenal sebagai seorang saudagar Tionghoa pemilik Toko Petrus dan merupakan ayah dari Jimmy Manan. Namun, hubungan genealogis tersebut tidak disebutkan dalam berita De Locomotief sehingga tetap memerlukan dukungan bukti tertulis lain, seperti arsip keluarga, catatan sipil, direktori perdagangan, atau sumber primer sezaman lainnya agar dapat dipastikan secara akademis.
Dengan demikian, berita singkat ini bukan sekadar mengabarkan penjualan sebuah hotel, tetapi juga menjadi potongan penting sejarah ekonomi dan sosial Purworejo, yang memperlihatkan perubahan kepemilikan usaha, dinamika masyarakat kolonial, serta perkembangan kota pada awal abad ke-20.
Hotel Van Laar bukan hanya memiliki nilai sejarah sebagai hotel kolonial yang berpindah kepemilikan pada tahun 1930, tetapi juga berperan dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia. Pada masa Revolusi Kemerdekaan, bangunan ini digunakan sebagai kantor Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) sekitar Maret 1946 hingga Maret 1947. Dengan demikian, Hotel Van Laar merupakan salah satu bangunan bersejarah di Purworejo yang menjadi saksi perkembangan kota sejak masa kolonial hingga awal berdirinya Republik Indonesia.
Penulis : Ndandung Kumolo Adi
Daftar Pustaka :
- Sumber Primer : De Locomotief. 25 Februari 1930. "Poerworedjo: Hotel Van Laar." Midden-Java-Pagina, hlm. Semarang. Diakses melalui Delpher, Koninklijke Bibliotheek (Perpustakaan Nasional Belanda).
2. Sekretariat Jenderal DPR RI. Seabad Rakyat Indonesia Berparlemen: Dari Volksraad ke Komite Nasional Indonesia Pusat (1917–1949). Jakarta: Sekretariat Jenderal DPR RI. E-Media DPR RI
3. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Inventaris Arsip Tekstual Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) 1945–1950. Jakarta: ANRI

















