Powered By Blogger

Jumat, 05 Juni 2020

Makam Bupati Kendal K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo

Makam Bupati Kendal K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo

Abstrak :
Artikel ini membahas makam K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo, Bupati Kendal, beserta latar belakang sejarah pengangkatan beliau sebagai bupati pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Berdasarkan pemberitaan surat kabar De Locomotief edisi 25 April 1939 dan laporan kantor berita ANETA yang dimuat dalam Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië edisi 3 April 1933, diketahui bahwa K.R.M.T. Czarewitz, putra K.R.A.A. Poerbohadikusumo selaku Bupati terakhir Koetoardjo, diangkat menjadi Bupati Kendal setelah sebelumnya menjabat sebagai Wedana Djatilawang. Artikel ini juga mengulas hubungan genealogis keluarga Bupati Koetoardjo serta menunjukkan bahwa meskipun Kabupaten Koetoardjo telah dihapus dalam reorganisasi pemerintahan kolonial, keturunannya tetap memperoleh kepercayaan untuk menduduki jabatan penting dalam birokrasi Hindia Belanda. Kajian ini disusun berdasarkan sumber primer berupa surat kabar kolonial, laporan kantor berita ANETA, serta dokumentasi makam yang masih dapat dijumpai hingga saat ini.

K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo, yang pada masa kecil dikenal dengan nama Charwist (Czarewitz), merupakan putra K.R.A.A. Poerbohadikusumo, Bupati terakhir Kabupaten Koetoardjo pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Ibundanya adalah R.Ay. Djoharin Chatidjah, putri K.R.A.A. Tjokro Adhisoerjo, Bupati Wonosobo, yang menjadi istri pertama (garwa ampeyan) K.R.A.A. Poerbohadikusumo.

Setelah Kabupaten Koetoardjo dihapus dalam reorganisasi pemerintahan kolonial, R.M. Czarewitz tetap melanjutkan karier dalam pangreh praja Hindia Belanda. Berdasarkan pemberitaan De Locomotief tanggal 25 April 1939, ia kemudian diangkat menjadi Bupati Kendal.l.

Putra beliau, K.R.M.T. Czarewitz, kemudian diangkat sebagai Bupati Kendal dengan gelar K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo, sehingga garis kepemimpinan keluarga Bupati Koetoardjo tetap berlanjut dalam birokrasi pemerintahan di daerah lain.

KENDAL

R.M. CZAREWITZ TOT REGENT BENOEMD

"Naar wij vernemen, zal binnenkort de benoeming afkomen Van den heer R.M Czarewitz, wedono Van Djatilawang tot Regent Van Kendal.

Zooal men weet, heft deze benoeming lang getraineerd, aangezien men hierbij meet zeer vele factoren rekening moest houden in verband net diverse opvolgingskwesties ten aanzien Van de candidaten, die voor deze functie in aanmerking kwamen.

R.M. CZAREWITZ ia de zoon Van den oud-regent Van Koetoardjo R.M Poerboatmodjo, den laatste, die optrad als boepati Van dit regentschap, hetwelk eenige jaren galeden werd opgeheven.

R.M. CZAREWITZ stam ada van get oude regentengeslacht Van Koetoardjo, dat als een der waardligste vertegenwoordigers had zijn grootvader, den bekenden pangeran Van Koetoardjo".

Dialihkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih begini :

Kendal

R.M. Czarewitz Diangkat sebagai Bupati (Regent) Kendal."

"Menurut kabar yang kami terima, dalam waktu dekat akan keluar keputusan pengangkatan Tuan R.M. Czarewitz, Wedana Djatilawang, sebagai Bupati Kendal.", akan diangkat segera menjadi Bupati Kendal.

Seperti yang Anda ketahui, penunjukan ini butuh waktu lama untuk diselesaikan, karena banyak faktor harus dipertimbangkan sehubungan dengan berbagai masalah suksesi terkait dengan kandidat yang memenuhi syarat untuk posisi ini.

R.M. Czarewitz adalah putra mantan Bupati Koetoardjo, R.M. Poerboatmodjo(Dalam tradisi keluarga, R.M. Poerboatmodjo merupakan nama yang berkaitan dengan K.R.A.A. Purbohadikusumo), yaitu bupati terakhir yang memimpin kabupaten tersebut sebelum Kabupaten Koetoardjo dihapuskan beberapa tahun sebelumnya.

R.M. Czarewitz berasal dari keluarga lama para bupati Koetoardjo, yang salah seorang tokohnya yang paling terkemuka adalah kakeknya, Pangeran Koetoardjo yang terkenal"

______________

Pemberitaan De Locomotief edisi 25 April 1939 menunjukkan bahwa R.M. Czarewitz, putra Bupati terakhir Koetoardjo, memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Hindia Belanda untuk menduduki jabatan Bupati Kendal. Pengangkatan tersebut menunjukkan bahwa meskipun Kabupaten Koetoardjo telah dihapus dalam reorganisasi pemerintahan, keluarga bangsawan Koetoardjo masih dipandang memiliki kapasitas dan reputasi yang baik dalam lingkungan pangreh praja kolonial.

Di beritakan Dalam majalah "Het Niuews Van Den Dag" Voor nederlandsch-Indie terbit hari senin tanggal 3 April tahun 1933.

Bahwa R.A.A. Poerbohadikusumo Bupati Koetoardjo meninggal dunia.

"R.A.A. Poerbohadikusumo.

Regent Van Koetoardjo aneta seint dd. 2 april uit Koetoardjo, Gisteren overleed de Regent Van Koetoardjo, R.A .A. Poerbohadikusumo"

Artinya:

"Kantor berita Aneta mengirim laporan dari Koetoardjo tertanggal 2 April 1933: Kemarin telah meninggal dunia Bupati Koetoardjo, R.A.A. Poerbohadikusumo."

Isi pokok berita tersebut adalah pengumuman wafatnya Bupati Koetoardjo, R.A.A. Poerbohadikusumo. Berita itu merupakan laporan singkat dari kantor berita Aneta (Algemeen Nieuws- en Telegraaf-Agentschap) yang dikirim dari Koetoardjo pada 2 April 1933, kemudian dimuat di surat kabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië edisi 3 April 1933

Aneta adalah singkatan dari Algemeen Nieuws- en Telegraaf-Agentschap, yaitu kantor berita resmi di Hindia Belanda pada masa kolonial. Didirikan pada tahun 1917 oleh Dominique Willem Berretty di Batavia (Jakarta).



Oleh: Ndandung Kumolo Adi

Sumber :
  1. Foto Makam di makam keluarga Bukit Satria Desa Kaliwatubumi kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo, oleh Ndandung Kumolo Adi 
  2. Pemberitaan De Locomotief tanggal 25 April 1939, pemerintah kolonial Belanda mengangkat R.M. Czarewitz, putra mantan Bupati Koetoardjo, sebagai Bupati Kendal
  3. Kantor berita Aneta mengirim laporan dari Koetoardjo tertanggal 2 April 1933
  4. Surat kabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië edisi 3 April 1933

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN

  SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN By. Ndandung Kumolo Adi  Abstrak : Soemar...

Kutoarjo