Powered By Blogger

Jumat, 05 Juni 2020

Dari Kutoarjo ke Kendal: Jejak Kepemimpinan K.R.M.T. Purboatmodjo Adhisoerjo dalam Pemerintahan Hindia Belanda

Dari Kutoarjo ke Kendal: Jejak Kepemimpinan K.R.M.T. Purboatmodjo Adhisoerjo dalam Pemerintahan Hindia Belanda


Abstrak :
Artikel ini mengkaji sosok Kanjeng Raden Mas Tumenggung (K.R.M.T.) Purboatmodjo Adhisoerjo, putra Kanjeng Raden Adipati Ario (K.R.A.A.) Purbohadikusumo, Bupati terakhir Kabupaten Kutoarjo, serta keterkaitannya dengan Keris Kyai Semawung sebagai pusaka kebesaran trah Bupati Kutoarjo. Kajian dilakukan melalui penelusuran sumber-sumber primer berupa arsip kolonial Hindia Belanda, Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië, surat kabar berbahasa Belanda, dokumentasi foto sezaman, serta referensi pendukung mengenai pusaka daerah. Pembahasan menguraikan perjalanan karier Purboatmodjo Adhisoerjo hingga diangkat sebagai Bupati Kendal pada tahun 1939, sekaligus menelusuri keberadaan Keris Kyai Semawung sebagai simbol legitimasi, kehormatan, dan kesinambungan tradisi kepemimpinan lokal. Melalui kritik sumber terhadap foto, arsip, dan data historis yang digunakan, artikel ini berupaya menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesinambungan trah Bupati Kutoarjo tidak hanya tercermin melalui pengabdian Purboatmodjo Adhisoerjo dalam birokrasi kolonial, tetapi juga melalui pelestarian pusaka Keris Kyai Semawung sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sejarah Kutoarjo. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya historiografi lokal mengenai sejarah Kutoarjo, Kendal, serta tradisi kepemimpinan dan pusaka di wilayah Bagelen.


Dari Sumber Foto : Koran De Locomotief, No. 153, Semarang, Rabu, 5 Juli 1939, Tahun ke-88 (88ste Jaargang), hlm. (sesuai halaman tempat foto dimuat).

Isi tulisan keterangan foto :
"De Regent van Kendal, die heden werd geïnstalleerd, met de Raden Ajoe en hun beide dochtertjes. De Regent draagt de poesaka van het Regentengeslacht van Koetoardjo, genaamd Kjahi Semawoeng."

Terjemahan Bahasa Indonesia :
Bupati Kendal, yang pada hari ini dilantik, bersama Raden Ayu (istrinya) dan kedua putri mereka. Bupati tersebut mengenakan pusaka milik trah (keluarga) para Bupati Kutoarjo yang bernama Kiai Semawung.

Analisis sejarah : 
Keterangan foto ini sangat penting karena merupakan sumber primer sezaman yang secara eksplisit menyatakan bahwa:
Bupati Kendal yang dilantik pada tanggal 5 Juli 1939 berasal dari trah Bupati Kutoarjo.

Ia mengenakan pusaka keluarga bupati yang bernama Kiai Semawung (Kjahi Semawoeng).

Penyebutan "Regentengeslacht van Koetoardjo" berarti keluarga atau dinasti para Bupati Kutoarjo, bukan sekadar penduduk Kutoarjo. 
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kolonial Belanda juga mengakui adanya garis keturunan keluarga bupati tersebut.

Pusaka Kiai Semawung dipandang sebagai simbol legitimasi dan identitas keluarga bangsawan Kutoarjo.
Sumber ini menjadi bukti penting dalam penelitian sejarah Kutoarjo karena menghubungkan R.M. Crawitz' Poerboatmodjo Adhisoerjo (kelak bergelar R.A.A. Poerbohadikoesoemo), Bupati Kendal, dengan trah Bupati Kutoarjo melalui penyebutan pusaka Kiai Semawung. Informasi ini dapat dipadukan dengan data dari Regerings-Almanak, Besluit, dan sumber kolonial lainnya untuk merekonstruksi silsilah serta kesinambungan keluarga Bupati Kutoarjo secara lebih komprehensif.

Sumber Koran De Locomotief No. 153 Semarang, Woensdag (Rabu), 5 Juli 1939 88ste Jaargang (Tahun Terbit ke-88)


KRMT. Poerboatmodjo adhiesoerjo mempunyai nama kecil Charwist... Beliau adalah Putra Bupati Kutoarjo yg terakhir yang bernama KRAA. Poerbohadikusumo dengan istri selir (Garwo Ampeyan) sekaligus istri pertamanya yg bernama RAy. Djoharin Chatidjah binti KRAA. Tjokro Adhisoerjo (Bupati Wonosobo) bin KRAA Djajadiningrat (Bupati Karanganyar) Bin Pangeran Murdaningrat bin HB II.

Saat penggabungan dua kabupaten oleh Belanda yaitu Kutoarjo dan Purworejo... Atas kebijaksanaan Belanda, keturunan KRAA Purbohadikusumo bin Pangeran Purboatmodjo bin KRAA. Pringgoatdmojo tetap menjadi Bupati tapi di Kendal dari tahun 1939 - 1942

Berdasarkan pemberitaan De Locomotief tanggal 25 April 1939, ia kemudian diangkat menjadi Bupati Kendal.l.

Putra beliau, K.R.M.T. Czarewitz, kemudian diangkat sebagai Bupati Kendal dengan gelar K.R.A.A. Poerboatmodjo Adhisoerjo, sehingga garis kepemimpinan keluarga Bupati Koetoardjo tetap berlanjut dalam birokrasi pemerintahan di daerah lain.

KENDAL

R.M. CZAREWITZ TOT REGENT BENOEMD

"Naar wij vernemen, zal binnenkort de benoeming afkomen Van den heer R.M Czarewitz, wedono Van Djatilawang tot Regent Van Kendal.

Zooal men weet, heft deze benoeming lang getraineerd, aangezien men hierbij meet zeer vele factoren rekening moest houden in verband net diverse opvolgingskwesties ten aanzien Van de candidaten, die voor deze functie in aanmerking kwamen.

R.M. CZAREWITZ ia de zoon Van den oud-regent Van Koetoardjo R.M Poerboatmodjo, den laatste, die optrad als boepati Van dit regentschap, hetwelk eenige jaren galeden werd opgeheven.

R.M. CZAREWITZ stam ada van get oude regentengeslacht Van Koetoardjo, dat als een der waardligste vertegenwoordigers had zijn grootvader, den bekenden pangeran Van Koetoardjo".

Dialihkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih begini :

Kendal

R.M. Czarewitz Diangkat sebagai Bupati (Regent) Kendal."

"Menurut kabar yang kami terima, dalam waktu dekat akan keluar keputusan pengangkatan Tuan R.M. Czarewitz, Wedana Djatilawang, sebagai Bupati Kendal.", akan diangkat segera menjadi Bupati Kendal.

Seperti yang Anda ketahui, penunjukan ini butuh waktu lama untuk diselesaikan, karena banyak faktor harus dipertimbangkan sehubungan dengan berbagai masalah suksesi terkait dengan kandidat yang memenuhi syarat untuk posisi ini.

R.M. Czarewitz adalah putra mantan Bupati Koetoardjo, R.M. Poerboatmodjo(Dalam tradisi keluarga, R.M. Poerboatmodjo merupakan nama yang berkaitan dengan K.R.A.A. Purbohadikusumo), yaitu bupati terakhir yang memimpin kabupaten tersebut sebelum Kabupaten Koetoardjo dihapuskan beberapa tahun sebelumnya.

R.M. Czarewitz berasal dari keluarga lama para bupati Koetoardjo, yang salah seorang tokohnya yang paling terkemuka adalah kakeknya, Pangeran Koetoardjo yang terkenal"


#Sejarah_Kutoarjo

By. Ndandung Kumolo Adi
Sumber : 
1. De Locomotief No. 153 Semarang, Woensdag (Rabu), 5 Juli 1939 88ste Jaargang (Tahun Terbit ke-88)
2. De Locomotief tanggal 25 April 1939

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN

  SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN By. Ndandung Kumolo Adi  Abstrak : Soemar...

Kutoarjo