Powered By Blogger

Senin, 10 Agustus 2026

Rekonstruksi Bupati Kutoarjo dan Perubahan Nama dari Semawung Menjadi Kutoarjo Berdasarkan Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië dan Penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, 1831–1900


Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar Tahun 1831

Rekonstruksi Bupati Kutoarjo dan Perubahan Nama dari Semawung Menjadi Kutoarjo Berdasarkan Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië dan Penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, 1831–1900

Abstrak :
Artikel ini menelusuri perkembangan pemerintahan Kutoarjo berdasarkan Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië dan penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, dalam rentang 1831–1934. Kedua penerbitan tersebut memiliki hubungan yang erat, tetapi berbeda dalam bentuk, cakupan, dan tingkat kedetailan informasi. Almanak en Naamregister pada masa awal terutama berfungsi sebagai daftar nama dan susunan pejabat pemerintahan, sedangkan Regeringsalmanak berkembang menjadi sumber administratif yang lebih sistematis, lengkap, dan terperinci mengenai struktur pemerintahan Hindia Belanda.

Perubahan bentuk dan nama penerbitan, khususnya sejak dekade 1860-an, tidak menghilangkan nilai historis rangkaian almanak tersebut. Sebaliknya, kesinambungan penerbitannya memungkinkan penelusuran perubahan administrasi pemerintahan secara kronologis. Dalam konteks Kutoarjo, sumber-sumber tersebut digunakan untuk mengidentifikasi nama dan pergantian bupati (regent), serta pejabat pemerintahan lainnya, seperti jaksa (djaksa) dan penghulu (panghoeloe). Penelusuran juga menunjukkan perubahan nomenklatur dari Semawong menjadi Koetoardjo pada awal 1830-an, pergantian tokoh yang menduduki jabatan bupati, serta perubahan susunan pejabat pemerintahan di bawahnya.

Kajian ini juga memberikan perhatian terhadap tahun-tahun ketika suatu jabatan tercantum dalam daftar, tetapi nama pejabatnya tidak disebutkan. Ketidaktercantuman nama tersebut tidak serta-merta ditafsirkan sebagai kekosongan jabatan, melainkan diperlakukan sebagai temuan yang memerlukan verifikasi melalui sumber-sumber sezaman lainnya.

Dengan demikian, Almanak en Naamregister dan Regeringsalmanak merupakan sumber dokumenter penting untuk merekonstruksi kronologi pemerintahan Kutoarjo hingga berakhirnya status Kabupaten Kutoarjo pada 1934. Keduanya juga dapat digunakan untuk menguji kembali daftar, kronologi, dan narasi mengenai para bupati Kutoarjo yang berkembang dalam historiografi lokal. Kajian ini diharapkan menjadi bahan awal untuk diteliti dan dikaji lebih lanjut oleh generasi muda, akademisi, sejarawan, pemerhati sejarah, serta masyarakat, sehingga sejarah pemerintahan Kutoarjo dapat dibangun berdasarkan sumber dokumenter dan bukti sejarah yang dapat diverifikasi.



Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar 1832


Penelusuran terhadap Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië dan penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, memungkinkan nama-nama pejabat pemerintahan Kutoarjo ditelusuri secara kronologis dari tahun ke tahun. Sumber ini tidak hanya mencatat bupati (regent), tetapi juga pejabat pemerintahan lainnya, seperti jaksa (djaksa) dan penghulu (panghoeloe).
Dari penelusuran tersebut muncul temuan penting mengenai sejarah awal pemerintahan Kutoarjo. Bupati yang paling awal perdana tercatat dalam rangkaian sumber ini adalah Kiai Adipatie Sawong Galing, yang pada 1831 masih tercatat sebagai regent van Semawong. Dengan demikian, sumber primer ini memberikan dasar dokumenter bagi identifikasi Sawong Galing/Sawunggaling, sekaligus menjadi bahan penting untuk menguji kekeliruan penulisan nama Sawunggalih yang berkembang dalam sejumlah sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Pada 1831, wilayah yang kemudian dikenal sebagai Kutoarjo masih tercatat dengan nama Semawong. Almanak mencatat:
Kiai Adipatie Sawong Galing, regent van Semawong.
Pada 1832, terjadi perubahan penting. Nama wilayah tersebut telah dicatat sebagai Koetoardjo, dengan Raden Adipati Notto Negoro sebagai regent. Nama Notto Negoro kembali tercatat pada 1833 dan 1835. Data ini menunjukkan bahwa perubahan nomenklatur dari Semawong menjadi Koetoardjo/Kutoarjo sudah tercermin dalam administrasi kolonial pada awal dekade 1830-an.
Pada 1836, jabatan Regent van Koeto-Ardjo masih tercantum dalam Almanak, tetapi nama pejabatnya tidak disebutkan. Karena itu, tahun 1836 tidak dapat serta-merta dinyatakan sebagai tahun kekosongan jabatan bupati. Yang dapat dipastikan berdasarkan sumber tersebut adalah bahwa jabatan Regent van Koeto-Ardjo masih tercantum, sementara nama pejabatnya tidak dicatat dalam daftar yang tersedia.
Mulai 1838, nama Radin Tommongong Sawoong/Sawoung Galing kembali tercatat sebagai regent van Koeto Ardjo. Pada tahun yang sama tercatat Maas Jogo Permoto sebagai jaksa dan Kiai Hadjie Kestoebo sebagai penghulu. Susunan tersebut masih dapat ditemukan pada 1839 dan 1840.
Kiai Haji Kastubo/Kastoebosebagai pejabat penghulu yang paling awal dapat dibuktikan dari almanak yang sedang ditelusuri,
Yang membuktikan bahwa penghulu pertama adalah Kyai haji Kastubo 
Pada 1841, Radin Tommongong Sawoong Galing masih tercatat sebagai bupati Kutoarjo. Sementara itu, jabatan jaksa telah dipegang Maas Kerto Dewerio, sedangkan jabatan penghulu masih dipegang Hadjie Kestoebo. Pada 1843, bupatinya masih tercatat dengan nama yang sama, sementara jaksa tercatat sebagai Maas Soero Dewirio dan penghulu sebagai Hadjie Kastoebo.
Dengan demikian, rangkaian Almanak memberikan gambaran bahwa struktur pemerintahan Kutoarjo pada abad ke-19 tidak hanya terdiri atas bupati. Di bawahnya terdapat pejabat-pejabat penting seperti jaksa dan penghulu, yang keberadaannya dapat ditelusuri melalui pencatatan administratif tahunan. Hal ini membuka kemungkinan untuk merekonstruksi struktur pemerintahan Kutoarjo secara lebih lengkap, bukan hanya menyusun daftar para bupatinya.
Namun, terdapat satu hal yang perlu diberi perhatian khusus. Nama pejabat yang tidak tercantum tidak boleh langsung dianggap sebagai jabatan yang kosong. Ketidaktercantuman nama dapat disebabkan oleh pergantian pejabat, pejabat sementara, perubahan format daftar, kesalahan pencetakan, atau sebab administratif lainnya. Oleh karena itu, setiap temuan perlu dibandingkan dengan Regeringsalmanak, Staatsblad, Koloniaal Verslag, serta dokumen pemerintahan Hindia Belanda sezaman.
Penelusuran ini juga penting untuk menguji kembali sejumlah informasi mengenai nama dan urutan para Bupati Kutoarjo yang berkembang dalam historiografi lokal. Khusus mengenai Sawunggaling/Sawong Galing dan Sawunggalih, penulisan nama dalam sumber primer sezaman perlu ditempatkan sebagai dasar pembanding terhadap bentuk nama yang muncul dalam sumber-sumber yang lebih kemudian.
Dengan demikian, Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië beserta penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, merupakan sumber dokumenter yang sangat penting untuk merekonstruksi sejarah pemerintahan Kutoarjo sejak perubahan dari Semawong menjadi Koetoardjo pada awal 1830-an hingga 1900. Penelusuran secara serial dari tahun ke tahun memungkinkan kita mengetahui bukan hanya siapa yang menjadi bupati, tetapi juga kapan terjadi pergantian, siapa jaksa dan penghulunya, serta pada tahun mana terdapat ketidaklengkapan pencatatan.
Kajian ini sekaligus membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut mengenai sejarah Kutoarjo berdasarkan sumber primer, sehingga berbagai informasi yang selama ini diwariskan atau ditulis ulang dapat diuji kembali melalui bukti dokumenter sezaman, bukan semata-mata berdasarkan tradisi, ingatan kolektif, atau daftar yang dibuat jauh setelah peristiwa berlangsung

Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar 1833

 

Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar 1834

Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar 1835



Almanak en naamregister 
van 
Nederlandsch Indie 
voor 
het jaar 1836




Daftar Pustaka :

Sumber Primer :

  1. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1831. Batavia: Landsdrukkerij, 1831.
  2. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1832. Batavia: Landsdrukkerij, 1832.
  3. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1833. Batavia: Landsdrukkerij, 1833.
  4. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1835. Batavia: Landsdrukkerij, 1835.
  5. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1836. Batavia: Landsdrukkerij, 1836.
  6. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1838. Batavia: Landsdrukkerij, 1838.
  7. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1839. Batavia: Landsdrukkerij, 1839.
  8. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1840. Batavia: Landsdrukkerij, 1840.
  9. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1841. Batavia: Landsdrukkerij, 1841.
  10. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1843. Batavia: Landsdrukkerij, 1843.
  11. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1845. Batavia: Landsdrukkerij, 1845.
  12. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1853. Batavia: Landsdrukkerij, 1853.
  13. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1861. Batavia: Landsdrukkerij, 1861.
  14. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1863. Batavia: Landsdrukkerij, 1863.
  15. Nederlandsch-Indië. Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië voor het jaar 1864. Batavia: Landsdrukkerij, 1864.
  16. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij.
  17. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1870. Batavia: Landsdrukkerij, 1870.
  18. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1889. Batavia: Landsdrukkerij, 1889.
  19. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1890. Batavia: Landsdrukkerij, 1890.
  20. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1899. Batavia: Landsdrukkerij, 1899.

  21. Nederlandsch-Indië. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1900. Batavia: Landscape, 1900.
  22. Sumber Digital dan Katalog
  23. Staatsbibliothek zu Berlin – Preußischer Kulturbesitz. Almanak en naamregister van Nederlandsch-Indië. Berbagai tahun. Koleksi digital Staatsbibliothek zu Berlin.
  24. Deutsche Digitale Bibliothek. Almanak en naamregister van Nederlandsch-Indië. Koleksi digital, berbagai tahun.
  25. Zentrales Verzeichnis Digitalisierter Drucke (zvdd). Almanak en naamregister van Nederlandsch-Indië. Koleksi digital Staatsbibliothek zu Berlin.
  26. Wikimedia Commons. Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1870. Digitalisasi sumber pemerintah Hindia Belanda, diterbitkan oleh Landsdrukkerij, Batavia, 1870.
  27. Sumber Pendukung
  28. Koloniaal Verslag. Berbagai tahun. 's-Gravenhage/Batavia: Pemerintah Hindia Belanda.
  29. Staatsblad van Nederlandsch-Indië. Berbagai tahun. Batavia: Landsdrukkerij.
  30. Verslag van het beheer en den staat der koloniën. Berbagai tahun. 's-Gravenhage.


Catatan Bibliografis

Rangkaian Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië tercatat sebagai terbitan berkala yang berlangsung hingga 1863, sedangkan Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië menjadi bentuk penerbitan pemerintahan yang lebih lanjut. Katalog digital Staatsbibliothek zu Berlin mencatat Almanak en naamregister sebagai seri yang diterbitkan di Batavia pada periode 1817–1863.

Untuk penelitian Kutoarjo, setiap tahun almanak sebaiknya dicantumkan secara spesifik apabila tahun tersebut benar-benar digunakan sebagai bukti nama bupati, jaksa, penghulu, atau pejabat lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

Rekonstruksi Bupati Kutoarjo dan Perubahan Nama dari Semawung Menjadi Kutoarjo Berdasarkan Almanak en Naamregister van Nederlandsch-Indië dan Penerusnya, Regeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië, 1831–1900

Almanak en naamregister  van  Nederlandsch Indie  voor  het jaar Tahun 1831 Rekonstruksi Bupati Kutoarjo dan Perubahan Nama dari Semawung Me...

Kutoarjo