Powered By Blogger

Rabu, 22 Juli 2026

Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Desa Tursino: Jejak Genealogi Keturunan Mataram Islam di Purworejo

Foto: Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Makam Ketileng Desa Tursino. 
Pohon Ketileng (Vitex glabrata R.Br.) ada di dekat makam.

Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Desa Tursino: Jejak Genealogi Keturunan Mataram Islam di Purworejo

Abstrak :
Artikel ini mengkaji keberadaan Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, sebagai salah satu cikal bakal dan sesepuh desa sekaligus situs sejarah yang berkaitan dengan genealogi keturunan Kerajaan Mataram Islam. Kajian dilakukan melalui penelusuran Surat Kekancingan Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Buku Pustaka Raja, naskah silsilah, serta berbagai sumber historiografi Mataram. Hasil kajian menunjukkan bahwa R.M. Ketomenggolo merupakan putra Bendara Pangeran Harya Singasari, putra Susuhunan Amangkurat IV, sehingga menjadi bagian dari trah Dinasti Mataram Islam. Keberadaan makam beserta keturunannya di Desa Tursino menjadi bukti kesinambungan sejarah, genealogi, dan identitas budaya masyarakat setempat. Situs makam ini memiliki nilai penting sebagai warisan sejarah lokal yang perlu dilestarikan serta dikaji lebih lanjut dalam konteks sejarah Mataram dan perkembangan masyarakat Purworejo. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, sejarawan, arkeolog, antropolog, mahasiswa, serta masyarakat luas dalam memahami sejarah lokal, silsilah, dan warisan budaya Mataram Islam di Kabupaten Purworejo.

Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu situs penting dalam sejarah lokal yang berkaitan dengan silsilah keturunan Kerajaan Mataram Islam. Berdasarkan Surat Kekancingan dan naskah silsilah yang diterbitkan oleh Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, R.M. Ketomenggolo atau R.M. Sulaiman dikenal sebagai putra Bendara Pangeran Harya (BPH) Singasari.


Foto. Surat Kekancingan dan naskah silsilah yang diterbitkan oleh Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Jalur Amangkurat IV Jawa - B.P.H Singosari - R.M. Ketomenggolo 

Menurut sumber-sumber sejarah Mataram, BPH Singasari merupakan salah seorang putra Susuhunan Amangkurat IV (bertakhta 1719–1726) dari Keraton Kartasura. Nama kecilnya adalah Raden Mas Sunaka. Ia merupakan saudara seayah Pakubuwana II, Bendara Pangeran Harya Buminata, serta Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwana I, pendiri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pada masa pemerintahan Pakubuwana II, BPH Singasari bersama BPH Buminata tercatat pernah melakukan perlawanan terhadap pemerintahan keraton. Sejumlah naskah babad menyebutkan bahwa ia membangun kekuatan di daerah Sembuyan (Matesih) dan menggunakan gelar Sultan Dandun Martengsari atau Prabu Jaka. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari dinamika politik Kerajaan Mataram pada paruh pertama abad ke-18.

Surat Kekancingan Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat serta Buku Pustaka Raja menyebutkan bahwa salah satu putra BPH Singasari adalah Raden Mas Ketomenggolo atau Raden Mas Sulaiman, yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mbah Tursuli. Dari keturunannya lahir tokoh-tokoh seperti Raden Ayu Soeromenggolo (istri R.M. Soeromenggolo), Eyang Putih (Krentil), dan R.M. Ditoyudo. Makam-makam mereka hingga kini masih terdapat di Desa Tursino dan dihormati sebagai leluhur sekaligus cikal bakal masyarakat Desa Tursino.

Foto: Makam R.A. Soeromenggolo, Putri Dari R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Makam Gedong Desa Tursino.

Penulis : Ndandung Kumolo Adi
Sejatininghidup02.blogspot.com

Sumber Referensi :
  1. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Surat Kekancingan dan Naskah Silsilah Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Yogyakarta.
  2. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Buku Pustaka Raja. Yogyakarta: Tepas Darah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
  3. Mardiwarsito, L. (Peny.). Babad Giyanti. Yogyakarta.
  4. Babad Tanah Jawi (edisi Olthof atau Roorda).
  5. Buku Pustaka Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
  6. M.C. Ricklefs, Jogjakarta under Sultan Mangkubumi, 1749–1792.
  7. Soekanto, Sekitar Yogyakarta 1755–1825.
  8. Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Toponim Kota Yogyakarta. Yogyakarta. (Memuat uraian mengenai BPH Singasari, putra Amangkurat IV, yang bersama BPH Buminata melakukan pemberontakan terhadap Pakubuwana II dan mendirikan kekuatan di Sembuyan/Matesih).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Desa Tursino: Jejak Genealogi Keturunan Mataram Islam di Purworejo

Foto: Makam R.M. Ketomenggolo (R.M. Sulaiman/Mbah Tursuli) di Makam Ketileng Desa Tursino.  Pohon Ketileng (Vitex glabrata R.Br.) ada di dek...

Kutoarjo