Powered By Blogger

Minggu, 26 Maret 2023

Misteri Makam Ondomoi dalam Perspektif Babad Kedung Kebo

 


Misteri Makam Ondomoi dalam Perspektif Babad Kedung Kebo

Ndandung Kumolo Adi 
Sejatininghidup.blogspot.com

Abstrak :
Artikel ini membahas Misteri Makam Ondomoi di Desa Seboropasar, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, berdasarkan keterangan dalam Babad Kedung Kebo karya R.A.A. Tjokronegoro I. Kajian difokuskan pada penyebutan tokoh Ondomoi dalam Pupuh Sinom XXXVIII bait 17–18 yang mengisahkan gugurnya seorang priyayi pada masa Perang Jawa (1825–1830). Melalui pendekatan historiografi lokal, artikel ini mengkaji hubungan antara sumber babad, tradisi masyarakat, dan keberadaan makam yang hingga kini masih dikenal oleh masyarakat setempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh Ondomoi memiliki dasar historis dalam sumber tertulis, meskipun identitas dan kedudukannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan memanfaatkan sumber-sumber sejarah pendukung. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya kajian sejarah lokal Purworejo sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya yang berkaitan dengan tokoh Ondomoi.

Buku Babad Kedung Kebo, Sinom XXXVIII Karya R.A.A. Tjokronegoro I Bupati Perdana Purworejo

Nomor 17. Mungel saking sabrang wetan keraman nggendring wus gusis lumaju anundjang-nundjang, sar-saran aniba tangi, namung tiyang satunggil, kang mbekta gendera wau, kang kenging ladjeng petjah, sempal wonge nggondol mimis, genderanya ki Tumenggung suradirja.

Nomor 18. Mungel kaping kalihira
Kayu pelen ingkang kenging, nanging nisip angsalira, mimisira ambaluki, oleh sirah priyayi, Ondomoi kang katudju, sirahnya sasisih kena, ondomoi angemasi, kyai dipati tjakrajaja lampahiro.

Terjemahannya kurang lebih begini :

17. Terdengar dari sebrang timur kraman alias pembrontak(Pengikut Pangeran Diponegoro) berlari dan habis, berlari terbirit-birit kaget sampai jatuh bangun hanya satu orang yang membawa bendera, yang terkena terus mati, patah orang nya terkena peluru, benderanya ki Tumenggung surodirjo

18. Bunyi dua kali, kayu pelen yang terkena, tapi keliru sasarannya, pelurunya membalik, mengenai kepala priyayi, Ondomoi yang tertuju,  kepala satu sisi terkena, Ondomoi mati, kyai adipati Tjokrodjoyo jalannya

Sumber : R.A.A. Tjokronegoro I Alias Tjokrodjoyo alias Ngabehi Reksodiwiryo, Babad Kedung kebo, Sinom XXXVIII nomor 17-18

Foto. Makam Ondomoi yang berselimut akar di Desa Seboro Pasar, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.

Ondomoi dari bahasa Kawi "Kandamuhi", menawi Ondomoi piyambak di Kraton statusnya seperti petugas koordinator di Kraton.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa nama Ondomoi bukan sekadar tokoh dalam cerita rakyat, melainkan tercatat dalam sumber historiografi lokal. Menurut keterangan etimologis, istilah Ondomoi diduga berasal dari bahasa Kawi Kandamuhi. Di lingkungan Keraton, jabatan Ondomoi diperkirakan merupakan pejabat atau petugas yang memiliki fungsi sebagai koordinator dalam pelaksanaan tugas-tugas istana.

Hingga kini, masyarakat mengaitkan tokoh tersebut dengan sebuah makam yang berada di Desa Seboropasar, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Makam yang diselimuti akar-akar pohon besar itu melahirkan berbagai cerita dan tradisi lisan yang berkembang di tengah masyarakat. Meskipun demikian, keberadaan makam tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan memadukan sumber babad, arsip sejarah, dan kajian arkeologi agar identitas tokoh Ondomoi dapat dipastikan secara lebih ilmiah.

Sumber:

R.A.A. Tjokronegoro I (Tjokrodjoyo/Ngabehi Reksodiwiryo), Babad Kedung Kebo, Pupuh Sinom XXXVIII, bait 17–18.

Foto: Makam Ondomoi yang diselimuti akar pohon di Desa Seboropasar, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.

Penulis: Ndandung Kumolo Adi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kutoarjo

SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN

  SOEMARSONO: PEMUDA KUTOARJO, TOKOH 10 NOVEMBER 1945 DAN PENGGAGAS HARI PAHLAWAN YANG TERLUPAKAN By. Ndandung Kumolo Adi  Abstrak : Soemar...

Kutoarjo